Posted on

Berfikirlah Positif, Penelitian Ilmiah Terbaru Menjawab Pikiran Buruk Akan Galaukan Hidupmu

BERFIKIR faktual itu membahagiakan. Sebaliknya, berfikir negatif, berprasangka jelek, atau menyangka hal hal buruk lainnya, hanya akan menggalaukan hidup yang mestinya hidup ini menyenangkan.

Hal ini ditunjukkan, misalnya, kecenderungan seseorang untuk bunuh diri. Kondisi semacam itu tersebab oleh pikiran negatifnya yang dihantui hal-hal yang belum pasti.

Mungkin juga kerap kita jumpai orang-orang yang memasung dirinya dalam ketakutan atau kekhawatiran yang sama sekali tidak penting. Akibatnya, hari-harinya kacau dan menjadi tidak produktif.

Lantas, mengapa pikiran negatif semacam itu muncul dan bahkan seringkali mayoritas menguasai diri? Sebab, emosi kita sanggup membentuk apa yang kita lihat. Keadaan emosi dalam  menyikapi suatu hal punya imbas yang determinan.

Ilustrasi/ pexels

Dalam sebuah penelitian ilmiah yang dipublikasikan gres baru ini, menyebutkan bahwa keadaan emosi kita pada dikala tertentu sanggup menghipnotis apa yang kita lihat lantaran insan ialah pengamat aktif.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science itu menekankan bahwa otak insan ialah potongan yang menarik dimana emosi atau perasaan kita sanggup membentuk apa yang kita lihat.

Menurut penelitian itu, bagaimana perasaan kita pada momen tertentu sanggup mengubah cara kita memandang dunia sempurna di depan mata kita sendiri. Yang berarti, terkadang sesuatu terjadi sesuai ibarat yang kita pikirkan.

Ilmuwan psikologi di University of California, San Francisco, Erika Siegel, insan membangun persepsi dunia sebagai arsitek dari pengalamannya sendiri. Perasaan kita yang efektif ialah penentu penting dari pengalaman yang kita ciptakan,” katanya. 

“Artinya, kita tidak mengenal dunia hanya melalui indra eksternal kita – (namun) kita melihat dunia secara berbeda ketika kita merasa nyaman atau tidak menyenangkan,” lanjutnya.

Dalam studi sebelumnya, Siegel dan koleganya menemukan bahwa keadaan emosi orang-orang di luar kesadaran, mengubah kesan pertama mereka wacana wajah yang netral, menciptakan wajah tampak lebih disukai, sanggup dipercaya, dan sanggup diandalkan.

Dalam penelitian terbaru, mereka ingin melihat apakah perubahan keadaan emosional orang-orang di luar kesadaran mungkin benar-benar mengubah cara mereka melihat wajah netral.

Dengan memakai teknik yang disebut continuous flash suppression, para peneliti bisa menyajikan rangsangan kepada akseptor tanpa mereka sadari.

Dalam satu percobaan, 43 akseptor mempunyai serangkaian gambar berkedip, yang berganti-ganti antara gambar pixelated dan wajah netral, yang disajikan kepada mata mayoritas mereka.

Pada dikala yang sama, gambar kontras rendah dari wajah tersenyum, cemberut, atau netral disajikan kepada mata non-dominan mereka – biasanya, gambar ini akan ditekan oleh stimulus yang disajikan kepada mata mayoritas dan akseptor tidak akan secara sadar mengalaminya.

Pada selesai setiap percobaan, satu set lima wajah muncul dan para akseptor menentukan yang paling cocok dengan wajah yang mereka lihat selama persidangan.

Wajah yang disajikan kepada mata mayoritas akseptor selalu netral. Namun, mereka cenderung menentukan wajah yang lebih tersenyum sebagai pertandingan terbaik jikalau gambar yang disajikan di luar kesadaran mereka mengatakan seseorang yang tersenyum sebagai lawan netral atau cemberut.

Dalam percobaan kedua, para peneliti memasukkan ukuran kesadaran yang objektif, meminta akseptor untuk menebak orientasi wajah yang ditekan. Mereka yang menebak dengan sempurna orientasi pada tingkat yang lebih baik dari tingkat peluang tidak dimasukkan dalam analisis berikutnya.

Sekali lagi, hasil mengatakan bahwa wajah faktual yang tidak terlihat mengubah persepsi akseptor wacana wajah netral yang terlihat.

Kesimpulannya, tanamkanlah selalu perasaan yang faktual dalam kesehariian. Dengan demikian, kegembiraan dan kebahagian akan digapai lantaran pikiran faktual akan mengalirkan imajinasi dan energi yang juga positif.

Hal tentu saja penting diketahui bagi pasangan suami istri dan sebagai orangtua bagi anak-anaknya. Sebab, dalam kepengasuhan belum dewasa kita pun harus mengedepankan perasaan yang positif. Apalagi dalam jalinan ikatan keluarga.

NURSELINAWATI 

Posted on

Mengapa Makan Malam Bersama Keluarga Itu Penting, Ketahui Keuntungannya

BETAPAPUN sibuknya Anda sebagai orangtua yang mungkin kedua-keduanya sama-sama aktif beraktifitas di luar rumah, sebaiknya jangan pernah sepelekan pentingnya makan malam bersama keluarga.

Berkumpul di dikala makan malam bersama keluarga ialah moment Istimewa dan memang sebaiknya ini hendaknya menjadi acara rutin yang sayang untuk dilewatkan. Tak harus selalu setiap malam, namun tak juga jarang-jarang amat.

Dalam sebuah ulasannya, Direktur Program Terapi Keluarga dan Pasangan di Rumah Sakit Umum Massachusetts Anne K. Fishel, Ph.D, mengemukakan pengaruh positif dari kebiasaan tersebut.

Ilustrasi/ Unsplash

Anne menyampaikan selama 20 tahun terakhir, ibarat dikutip Washington Post, bahwa lusinan penelitian telah mengkonfirmasi apa yang telah usang diketahui orang bau tanah secara intuitif: Duduk untuk makan malam bersama setiap malam baik untuk jiwa, otak, dan tubuh.

Pendiri The Family Dinner Project ini mengemukakan bahwa banyak penelitian memperlihatkan bahwa makan malam bersama sanggup membangun keterikatan pada banyak sikap remaja yang orangtua doakan: mengurangi tingkat penyalahgunaan zat, gangguan makan dan depresi; dan nilai rata-rata kelas yang lebih tinggi dan harga diri.

“Untuk anak kecil, percakapan di meja makan dikala makan malam bersama sanggup merangsang penambahan kosakata yang lebih besar bagi anak daripada membaca dengan keras untuk mereka,” kata Anne ibarat dikutip laman Parenting. 

Profesor psikologi di Harvard Medical School lantas menceritakan pengalaman pribadinya membangun tradisi baik tersebut dalam keluarganya.

Sebagai seorang ibu yang juga mempunyai seabreg pekerjaan sebagai perempuan karir, Anne mengaku telah berguru melalui trial and error dengan dua putra dan suaminya dalam merawat kegiatan tersebut.

Sebagai terapis keluarga, Anne juga banyak berinteraksi dan bertanya kepada setiap keluarga ihwal momen makan malam mereka. Dan, 7 perihal berkut ini ialah hal yang telah pelajari Anne:

1. Tidak harus setiap hari.

Anda tidak harus makan malam setiap malam untuk memetik manfaatnya. Kegiatan kumpul bareng keluarga sanggup dilakukan dikala sedang sarapan, makan siang final pekan, menyantap masakan ringan yang dibawa pulang di malam hari, atau kombinasi dari ini.

Dan tidak tidak juga harus menentukan acara tertentu. Intinya ialah untuk membuat kesepakatan untuk makan keluarga di mana semua anggota keluarga duduk untuk mengembangkan makanan, bersenang-senang dan berbicara ihwal hal-hal yang penting.

2. Bekreasi bersama dengan sajian yang akan disajikan

Dengan begitu banyak permainan kini yang sanggup dilakukan secara online, orang remaja dan bawah umur karenanya tanpa disadarinya kehilangan kesempatan untuk bermain dengan objek aktual yang sanggup disentuh, dibaui dan diubah.

Jadi, untuk menghilangkan kejenuhan tersebut, bermainlah bersama dalam momentum makan bersama. Memasak ialah kegiatan yang  melibatkan indra dan tangan kita, dan itu ialah sesuatu yang sanggup kita lakukan bersama. Hal inilah yang dilakukan Anne bersama keluarganya.

“Anda sanggup mengatur salad dan membuat semua orang menentukan sayuran untuk membuat sajian masakan sebentuk wajah, pohon dan mobil. Bermainlah dengan rasa dengan memasukkan rasa atau bumbu gres dan meminta semua orang untuk menebak bahan-bahannya,” saran Anne.

3. Cobalah lakukan beberapa hal ini

Jadwal kerja orangtua yang padat dan di waktu yang sama anak anak juga sibuk mengikuti kegiatan eksrakurikuler, tentu program makan bersama ini sedikit terkendala. Namun bahu-membahu kegiatan itu sangat sanggup dilakukan untuk makan malam.

Seluruh proses memasak dan makan bersama hanya membutuhkan waktu satu jam (kurang dari 30 menit untuk memasak dan rata-rata makan ialah 22 menit *), dan jam itu bersifat transformatif.

Jika kita masih mematers sayuran, memainkan alat untuk hiburan kita dan berjejer di teras depan, kita mungkin tidak membutuhkan makan malam keluarga, tetapi ini ialah waktu yang paling sanggup dipercaya hari itu yang harus kita hubungkan dengan satu sama lain.

Nah, ketika bawah umur merasa terhubung dengan orang bau tanah mereka, itu ibarat sabuk pengaman di jalan berlubang masa kanak-kanak.

4. Cobalah acara gres dan mengembangkan talenta.

Makan malam sanggup menjadi momen yang manis untuk mencoba hal-hal baru. Makan malam keluarga ibarat pertunjukan teater improvisasi.

Keluarga muncul malam demi malam, dan sebagai kelompok mereka sanggup mencoba cara-cara gres berinteraksi satu sama lain. Atau, sikap satu anggota sanggup memicu riak orang lain.

Misalnya, sebuah keluarga mungkin oke untuk tidak membuat komentar negatif di meja dan melihat apa yang terjadi. Atau, seorang remaja mungkin diundang untuk membuat makan malam keluarga atau untuk membuat soundtrack musik untuk makan.

5. Bagikan riwayat keluarga Anda.

Meja makan malam ialah daerah terbaik untuk menceritakan kisah, dan bawah umur yang tahu dongeng keluarga mereka lebih tangguh dan merasa lebih baik ihwal diri mereka sendiri.

Yang paling menginspirasi ialah dongeng limun dari lemon, dongeng ihwal kesulitan di mana pelajaran dipelajari, atau tragedi negatif yang bermetamorfosis sesuatu yang baik.

Cerita membantu kita memahami dunia, dan mereka membantu bawah umur terhubung dengan sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri.

Ceritakan kisah ihwal diri Anda dan anggota keluarga lainnya ketika mereka seumuran dengan bawah umur Anda. Ceritakan kisah ihwal pengalaman masa kecil, pekerjaan pertama, imigrasi, bagaimana nama-nama dipilih, binatang peliharaan masa kecil, resep favorit, atau resep dapur.

6. Tetap terhubung.

Percakapan meja ialah salah satu pengalaman bahasa terkaya yang sanggup Anda berikan untuk bawah umur Anda. Kapan lagi kita duduk dan berbicara selama beberapa menit, menyampaikan banyak komentar dan klarifikasi ihwal satu topik?

Coba usikan pertanyaan ihwal aktifitas bawah umur selama seharuan tadi, “Bagaimana harimu?” Misalnya, mintalah setiap orang untuk menceritakan mawar (sesuatu yang positif) dan duri (sesuatu yang negatif) ihwal hari itu, serta kuncup (apa yang Anda inginkan akan terjadi besok).

7. Ini baik untuk Anda juga.

Ritual ibarat makan malam, yang menekankan dunia yang sering terasa hiruk pikuk dan di luar kendali, juga baik untuk orang dewasa. Mengetahui bahwa satu bab dari hari Anda akan terungkap intinya dengan cara yang sama, hari demi hari, terasa nyaman.

Anne mengatakan, makan malam lebih dari sekedar memberi makan. Makanan akan membawa keluarga ke meja, tetapi itu ialah percakapan dan dongeng yang membuat kita tetap di sana.

Dalam satu jam, Anda sanggup membuat kenyamanan, kesenangan, bermain, dan percakapan yang bermakna dalam satu waktu momen makan malam bersama keluarga.

NURSELINAWATI

Posted on

Bulan Ramadhan Sebentar Lagi, Waspada Ancaman Pembungkus Makanan Takjil

KEDATANGAN tamu agung bulan Ramadhan tinggal menghitung hari. Bagi umumnya penduduk Indonesia, tidak saja masyarakat muslim, Ramadhan merupakan momen Istimewa yang selalu dinanti.

Ramadhan tak semata perihal ibadah dan intensitas melaksanakan kebaikan untuk sesama di bulan suci ini. Ramadhan juga yakni dongeng perihal kebersamaan dan cita rasa takjil aneka macam masakan nusantara.

Untuk umumnya pasangan berkeluarga, berbuka puasa di luar merupakan momen spesial. Tak perlu repot. Tinggal tiba ke rumah makan atau restoran pilihan, kemudian menunggu azan Magrib sambil berdoa. Santapan berbuka pun telah tersedia dinikmati.

Ilustrasi: takjil buka puasa/ Pixabay

Selain makan atau berbuka di luar, ada juga orangtua yang punya kebiasaan membeli jajanan takjil di pusat-pusat jajanan lingkungan sekitar untuk dibawa pulang. Tentu saja ini niat yang baik, tapi tetap perlu berhati-hati.

Kenapa harus tetap berhati-hati? Iya dong. Sebab namanya jajanan apalagi yang dijual di pingir-pinggir jalan tidak selalu disajikan dengan proses yang higienis.

Termasuk soal kemasan makanan. Orangtua perlu memastikan kebersihan dan keamanan kemasan yang dipakai ketika membeli kuliner di luar. Sebab tidak semua wadah kuliner benar-benar kondusif digunakan.

Tentu kita cinta kepada keluarga di rumah, terlebih badan kita sendiri. Karena itu, perlu dipastikan kemasan kuliner yang kita gunakan betul kondusif bagi keluarga kita. Sebab, dalam temuan penelitian, didapati kertas pembungkus kuliner yang tidak sehat.

Dalam sebuah penelitian Pusat Penelitian Biomaterial Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), misalnya, menemukan adanya ancaman pada kertas nasi dan kertas daur ulang.

Peneliti Pusat Penelitian Biomaterial LIPI, Lisman Suryanagara, mengingatkan masyarakat akan ancaman kertas nasi dan kertas daur ulang bagi kesehatan manusia.

“Kertas nasi untuk membungkus kuliner ibarat untuk nasi goreng, nasi bungkus, atau martabak yang berwarna cokelat itu mempunyai efek jelek bagi kesehatan, contohnya mengurangi vitalitas bagi laki-laki,” ujar Lisman Suryanaga dikutip dari laman resmi LIPI.

Menurut Lisman, pemanfaatan materi yang dipakai sebagai kemasan makan yang umum dipakai dari masa ke masa antara lain keramik, kaca, plastik, aluminium foil, sampai yang berbahan dasar kertas.

Berbicara perihal kemasan pangan berbahan dasar kertas yang paling lazim dipakai di Indonesia, ternyata masih banyak yang belum layak untuk dijadikan sebagai kemasan pangan primer.

“Masih banyak ditemukan penggunaan kertas koran, kertas bekas cetakan, atau kertas daur ulang sebagai kemasan nasi kotak, nasi bungkus, gorengan, dan kotak martabak,” ujar Lisman memberikan hasil penelitian LIPI.

Dalam riset yang dilakukan LIPI, diketahui jumlah basil yang terkandung dalam kertas pangan yang terbuat dari kertas daur ulang sekitar 1,5 juta koloni per gram, sedangkan rata-rata kertas nasi yang umum dipakai beratnya 70-100 gram, itu artinya ada sebanyak 105 juta-150 juta basil yang terdapat di kertas tersebut.

“Kandungan mikroorganisme di kertas daur ulang mempunyai nilai tertinggi dibandingkan jenis kertas lainnya, ini melebihi batas yang ditentukan,” ujar Lisman lagi.

Ilustrasi: nasi bungkus 

Selain itu, Lisman menyampaikan bahwa zat-zat kimia tersebut berdampak negatif terhadap badan insan dan sanggup memicu aneka macam penyakit ibarat kanker, kerusakan hati dan kelenjar getah bening, mengganggu sistem endokrin, gangguan reproduksi, meningkatkan risiko asma, dan mutasi gen.

Kandungan berbahaya BPA

Senada dengan itu, BPA atau bisphenol A yakni materi kimia yang sering dipakai sebagai materi pembuat wadah makan, bukan hanya plastik, tetapi juga kertas. Awalnya BPA dipakai pada wadah kuliner kaleng biar kaleng tersebut tidak gampang berkarat.

Dilansir dari WebMD, Kurunthachalam Kannan, Ph.D., seorang ilmuwan riset di New York State Department of Health, menyatakan bahwa BPA juga terkandung pada kertas pembungkus kuliner dengan tingkat konsentrasi yang sangat tinggi.

Kadar BPA tinggi pada umumnya terdapat dalam kertas pembungkus kuliner yang merupakan hasil daur ulang. Bubuk BPA dipakai untuk melapisi kertas supaya lebih tahan terhadap panas.

Selain pada kertas pembungkus makanan, BPA juga sering terdapat pada tisu toilet, kertas koran, kertas struk belanja, maupun tiket.

Saat BPA masuk ke dalam tubuh, zat tersebut sanggup menggandakan fungsi dan struktur hormon esterogen. Karena kemampuannya tersebut, BPA sanggup memengaruhi proses tubuh, ibarat pertumbuhan, perbaikan sel, perkembangan janin, tingkat energi dan reproduksi.

Selanjutnya, kemasan kuliner berbahan dasar kertas non daur ulang bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan penggunaan kemasan daur ulang dan styrofoam dan kemasan kertas non daur ulang baik untuk konsumen, kuliner dan lingkungan.

Seperti di luar negeri trennya sudah ibarat itu jadi untuk mengurangi limbah alasannya biasanya kemasan ini biodegradable dan sudah mempunyai standar keamanan.

Alternatif lainnya, masyarakat sanggup memakai kemasan pangan berkategori food grade yang seratus persen terbuat dari serat alami dengan ciri-ciri tampilan berwarna putih bersih, tidak berbintik-bintik, dan tidak tembus minyak. Di samping itu, karton food grade bersifat ramah lingkungan alasannya gampang terurai.

Yang terpenting tentunya yakni memastikan keluarga kita seminimal mungkin terpapar dari bahan-bahan berbahaya tersebut. Sebab mencegah 100 persen agaknya menjadi tidak mungkin, kecuali dengan perjuangan yang betul-betul maksimal.

Seiring dengan itu, ada baiknya orangtua mengolah dan menyediakan sendiri kuliner bagi belum dewasa dan keluarga besar.

Ketimbang jajan di luar yang belum tentu sehat dan higienis, mengolah sendiri kuliner di rumah tentu merupakan pilihan yang bijak.

Apalagi puasa Ramadhan sebentar lagi. Sudah menjadi kebiasaan di masyarakat kita berbelanja materi kuliner berbuka puasa di pusat-pusat kuliner. Tetaplah bijak dan utamakanlah kesehatan.

DEVINA SETIAWAN