Posted on

Ylki Sebut Banyak Playground Di Jakarta Kurang Nyaman Dan Aman

PENELITI dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau YLKI, Sularsi menjelaskan, belum semua area permainan (playground) di Jakarta masih kurang nyaman dan kondusif untuk anak-anak. Termasuk di antaranya keberadaan kabel listrik di mana-mana yang tidak jarang menimbulkan bawah umur di dalam area tersandung.

Kekurangan lain ialah jarak antar permainan yang terlalu bersahabat sehingga mengganggu mobilitas anak-anak. Poin ini dilihat Sularsi yang menjadi penyebab insiden ‘kecelakaan’ ayunan di Mall Kelapa Gading (MKG), Jakarta, pada Jumat (27/4).

“Yang kerap terjadi di lapangan, sebab space terbatas, maka dipaksakan dengan tiap permainan ditaruh berdekatan,” ucapnya dikala dihubungi Republika.co.id, Rabu (2/5).

Ilustrasi/ Pixabay

Sularsi menuturkan, pihak pengelola area bermain atau mall seharusnya menunjukkan jarak kondusif untuk berlalu lalang semoga tidak membahayakan siapapun.

Selain itu, dikala di area, perlu ada perhatian juga dengan adanya pengawas dari forum terkait yang memang mempunyai kewenangan di samping orang tua.

Poin yang kerap terlupakan juga ialah informasi penggunaan tiap permainan. Misalnya, usia berapa saja yang boleh bermain ayunan maupun perosotan dengan ketinggian tertentu dan bagaimana cara mengoperasikannya. “Kalau sanggup juga, ada timer, berapa usang anak sanggup bermain di satu permainan,” ujar Sularsi.

Poin lain, tambah Sularsi, area permainan dihentikan di daerah tinggi dari sentra perbelanjaan. Artinya, area playground dihentikan ada di lantai atas untuk memudahkan proses penyelamatan apabila ada insiden tertentu.

Sebelumnya, masyarakat dihebohkan dengan video viral yang terekam CCTV di Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (27/4). Dalam rekaman, terlihat seorang anak pria yang sedang bermain ayunan secara tidak sengaja menciptakan jatuh seorang anak wanita di belakangnya.

Merasa kesal, bapak dari anak yang terjatuh masuk ke area permainan. Secara spontan, ia eksklusif menendang punggung anak yang bermain ayunan sampai terjatuh.*