Posted on

Waspadai Ancaman Kebiasaan Anak Dewasa Anda Berutang Uang

BERHUTANG seakan sesuatu yang tidak asing lagi bagi beberapa orang. Namun kalau semenjak cendekia balig cukup akal sudah dibiasakan untuk berutang, maka itu akan menjadi tanda bahaya.

“Yang paling penting kalau Anda melihat anak Anda berutang pada temannya, itu sudah ancaman besar,” ujar perencana keuangan Pandji Harsanto menyerupai dikutip Republika.

Orangtua seharusnya sudah memberi pemahaman wacana pengelolaan uang semenjak dini. Jangan hingga memperlihatkan kesempatan untuk anak berutang, meski pada temannya sendiri.

Ilustrasi/ Pixabay

Pandji mengatakan, kalau memang anak berhutang, maka dorong untuk anak sanggup membayarnya. Disarankan, biarkan anak membayar dengan cicilan tidak lebih dari 30 persen uang jajan yang didapatnya.

Pemahaman wacana pengelolaan uang ini, berdasarkan Pandji, memang penting untuk menghindari sikap berutang. Karena cendekia balig cukup akal perlu memahami kehidupannya ke depan tidak akan produktif kalau sudah mempunyai kebiasaan berutang.

Sebaliknya cendekia balig cukup akal yang melek keuangan akan mempunyai banyak peluang yang sangat positif. Mereka akan mempunyai tujuan hidup dan bagaimana sanggup mencapai tersebut. Salah satunya dengan berguru menabung dan berinvestasi.

“Remaja yang sudah sanggup menghasilkan uang sendiri, mereka tidak hanya memakai uang untuk dikonsumsi,” kata Pandji. 

Namun, lanjut dia, ada yang disimpan bahkan diinvestasikan untuk masa depan dan tujuan hidupnya.

NURSELINAWATI