Posted on

Risiko Stroke Pada Pengidap Diabetes Menyerupai Dialami Andika Kerispatih

HATI-HATILAH dengan stroke yang sanggup tiba kapan saja. Bahaya ini sanggup dicegah sedari dini dengan menjaga contoh hidup sehat. Jangan abai, lantaran yang muda pun sanggup terjangkit.

Seperti dialami mendiang Andika ‘Kerispatih’ misalnya. Dia ditemukan meninggal dunia di kamarnya pada Selasa (10/4/2018) pagi.

Pemilik nama lengkap Andika Putrasahadewa ini diketahui mengidap diabetes cukup usang dan bahkan mengganggu acara bermusiknya.

Ilustrasi/ Pixabay

“Sudah 3 tahun ketika manggung itu Andika bangun dan suka blank out, lagu ketika itu beliau sudah minta kursi,” ujar koleganya, Badai, ibarat dikutip dari detikHOT, Selasa (10/4/2018).

Empat hari yang lalu, laki-laki kelahiran 8 Januari 1982 tersebut dikabarkan sempat masuk ke rumah sakit lantaran jatuh dan didiagnosis terkena stroke ringan.

“Tapi siang udah nggak apa-apa, malam udah nggak apa-apa. Semalam pun Mas Dika masih nggak apa-apa, beliau masih merasa sehat banget. Baru pulang dari rumah sakit,” ujar Nicky Santoso, kekasih almarhum.

Lalu bersama-sama apakah kaitan diabetes yang usang diidap Andika dengan terdiagnosis stroke?

Banyak yang tidak tahu bahwa diabetes menjadi salah satu risiko tinggi timbulnya stroke.

Secara umum, bahkan pengidap diabetes 1,5 kali lebih mungkin alami stroke ketimbang mereka yang tidak mengidapnya, demikian dilansir dari Health Line.

Pengidap diabetes seringkali punya gula yang tinggi dalam darahnya. Ini dikarenakan tubuh mereka sulit untuk menjaga keseimbangan insulin dalam sel darah yang berperan menciptakan energi dari gula.

“Lama kelamaan, gula berlebih ini sanggup terjadi penumpukan klot atau buangan lemak dalam pembuluh darah yang menyuplai darah ke leher dan otak,” tulis situs tersebut.

Jika hal itu terus-menerus terjadi, sanggup menjadikan penyempitan dinding pembuluh darah atau bahkan penyumbatan. Ketika hal tersebut terjadi, maka stroke sanggup muncul. 

Stroke menjadi isu besar ketika ini lantaran menjadi penyebab final hayat nomor tiga dan merupakan penyebab cacar permanen terbesar di Indonesia. Pada tahun 2014, 20 persen final hayat di Indonesia disebabkan oleh stroke.

dr Mursyid Bustami, Direktur Utama RS Pusat Otak Nasional Jakarta juga menyebutkan kepada detikHealth bahwa faktor risiko tertinggi yaitu hipertensi dan diabetes.

Maka dari itu ia menganjurkan merubah contoh hidup lebih sehat (tidak hanya berbadan sehat), yaitu berolahraga selama 150 menit dalam seminggu, mengonsumsi makanan sehat, serta istirahat yang cukup.

SYAFIQ BAHRI

Posted on

Jangan Panik Dikala Tertelan Benda Kecil Menyerupai Staples, Ketahui Tindakan Diperlukan

WALAUPUN insiden ini langka terjadi, namun tetap perlu kewaspadaan yang ekstra. Khususnya mengetahui langkah pertama yang harus dilakukan dikala hal ini benar-benar terjadi.

Dalam momen tertentu mungkin Anda pernah menyaksikan mitra atau kerabat Anda menelan benda aneh tanpa disengaja. Seperti menelan staples atau peniti.

Siapa pun sanggup mengalami kondisi ini. Kebanyakan memang disebabkan lantaran kurang teliti dan sembarangan ketika memakai staples atau ketika menyajikan makanan.

Isi staples atau peniti mempunyai ukuran yang kecil sehingga kadang tidak terlihat oleh mata, yang risikonya sanggup tertelan begitu saja.

Jika ini terjadi, jangan panik dan segera lakukan pertolongan pertama. Anda perlu melaksanakan tindakan cepat jikalau seseorang tersedak benda yang tertelan.

Secara alami sebenarnya dikala kita menelan benda asing, biasanya akan melewati sistem pencernaan Anda dengan lancar. Tetapi beberapa benda sanggup masuk ke dalam tabung yang menghubungkan tenggorokan dan perut (esofagus).

Nah, jikalau ada benda yang tersangkut di esofagus Anda, Anda mungkin harus menyingkirkannya, terutama jika:

1. Benda runcing menyerupai staples atau peniti. Benda tersebut harus  dikeluarkan secepat mungkin untuk menghindari kerusakan lebih lanjut pada lapisan esofagus

2. Baterai jenis jam tangan kecil atau jenis kalkulator, yang sanggup dengan cepat menyebabkan cedera jaringan di dekatnya dan harus dikeluarkan dari kerongkongan tanpa penundaan.

Untuk langka pertolongan pertama ini, korban harus berupaya berdahak secara paksa dan harus tetap mengapayakan tekanan udara dari dalam tenggorokan dengan batuk atau berdahak.

Lantas, jikalau orang tersebut tersedak dan tidak sanggup berbicara, menangis atau tertawa dengan paksa, Palang Merah merekomendasikan pendekatan “five-and-five” untuk memperlihatkan pertolongan pertama.

Dikutip dari laman Mayo Clinic, diterangkan bahwa pendekatan “five-and-five” yang direkomendasikan Palang Merah ini untuk memperlihatkan pertolongan pertama sesegera mungkin.

Adapun langkahnya menyerupai berikut:

1. Berikan 5 pukulan pada punggung. Posisikan diri Anda di samping atau di belakang orang tersebut, jikalau ia masih bawah umur Anda sanggup berlutut di belakangnya. Kemudian berikan pukulan pada punggung belakang sebanyak lima kali.

2. Berikan 5 dorongan pada perut sama menyerupai sebelumnya. Lalu lakukan lima kali dorongan atau tekanan pada cuilan perutnya.

3. Secara bergantian, berikan 5 pukulan dan 5 dorongan hingga staples atau benda aneh tidak lagi tersumbat di kerongkongan .

Namun, jikalau Anda satu-satunya penyelamat dalam situasi tersebut, lakukan pukulan punggung dan dorongan perut sebelum membawanya ke rumah sakit terdekat atau menelepon nomor darurat lokal untuk meminta bantuan. Jika ada orang lain, minta orang itu membantu ketika Anda melaksanakan pertolongan pertama.

Lantas, jikalau orang yang menelan objek menjadi tidak sadarkan diri, baringkan punggungnya di tanah. Jika Anda sanggup melihat objek di mulut, gerakkan satu jari ke dalam dan sapu objek keluar.

Namun harus tetap hati-hati jangan hingga Anda mendorongnya benda kecil tersebut malah lebih dalam ke kanal napas. Jika objek tetap macet dan orang tersebut tidak menanggapi upaya Anda, lakukan cardiopulmonary resuscitation (CPR).

Cardiopulmonary resuscitation atau resusitasi jantung paru-paru ialah tindakan pertolongan pertama pada orang yang mengalami henti napas lantaran sebab-sebab tertentu. CPR bertujuan untuk membuka kembali jalan napas yang menyempit atau tertutup sama sekali dengan cara menekan.

Tindakan CPR didasarkan pada 3 investigasi yang disebut langkah-langkah ABC resusitasi: Airway (saluran napas), Breathing (bernafas), dan Circulation (peredaran darah).

The American Heart Association tidak mengajarkan teknik pukulan balik (heimlich), melainkan hanya mekanisme dorong perut.

Namun, tidak apa-apa untuk tidak memakai pukulan balik jikalau Anda belum mempelajari teknik pukulan balik. Kedua pendekatan itu tetap sanggup diterima.

Adapun jikalau Anda sendiri yang menjadi korban tersedak dan kebetulan sendirian, segera temui orang-orang terdekat di sekitar Anda atau hubungi nomor darurat lokal Anda segera. Sebab Anda tidak sanggup melaksanakan pukulan balik pada diri Anda sendiri.

Meskipun sendiri, Anda tetap sanggup melaksanakan penyalamatan diri pertama dengan melaksanakan gerakan perut.

Caranya, tempatkan kepalan sedikit di atas pusar Anda. Pegang tinju Anda dengan tangan satunya dan membungkuk di atas permukaan yang keras – atau dilakukan di atas sebuah meja atau kursi.

Geser tinju Anda ke dalam dan ke atas. Untuk mempersiapkan diri menghadapi situasi ini, pelajari manuver Heimlich dan CPR dalam kursus pembinaan pertolongan pertama bersertifikat.

Demikian sedikit ulasan wacana cara melaksanakan langkah pertolongan pertama apabila ada orang terdekat Anda mengalami insiden menyerupai di atas.

NURSELINAWATI

Posted on

Waspadai Ancaman Kebiasaan Anak Dewasa Anda Berutang Uang

BERHUTANG seakan sesuatu yang tidak asing lagi bagi beberapa orang. Namun kalau semenjak cendekia balig cukup akal sudah dibiasakan untuk berutang, maka itu akan menjadi tanda bahaya.

“Yang paling penting kalau Anda melihat anak Anda berutang pada temannya, itu sudah ancaman besar,” ujar perencana keuangan Pandji Harsanto menyerupai dikutip Republika.

Orangtua seharusnya sudah memberi pemahaman wacana pengelolaan uang semenjak dini. Jangan hingga memperlihatkan kesempatan untuk anak berutang, meski pada temannya sendiri.

Ilustrasi/ Pixabay

Pandji mengatakan, kalau memang anak berhutang, maka dorong untuk anak sanggup membayarnya. Disarankan, biarkan anak membayar dengan cicilan tidak lebih dari 30 persen uang jajan yang didapatnya.

Pemahaman wacana pengelolaan uang ini, berdasarkan Pandji, memang penting untuk menghindari sikap berutang. Karena cendekia balig cukup akal perlu memahami kehidupannya ke depan tidak akan produktif kalau sudah mempunyai kebiasaan berutang.

Sebaliknya cendekia balig cukup akal yang melek keuangan akan mempunyai banyak peluang yang sangat positif. Mereka akan mempunyai tujuan hidup dan bagaimana sanggup mencapai tersebut. Salah satunya dengan berguru menabung dan berinvestasi.

“Remaja yang sudah sanggup menghasilkan uang sendiri, mereka tidak hanya memakai uang untuk dikonsumsi,” kata Pandji. 

Namun, lanjut dia, ada yang disimpan bahkan diinvestasikan untuk masa depan dan tujuan hidupnya.

NURSELINAWATI

Posted on

Berfikirlah Positif, Penelitian Ilmiah Terbaru Menjawab Pikiran Buruk Akan Galaukan Hidupmu

BERFIKIR faktual itu membahagiakan. Sebaliknya, berfikir negatif, berprasangka jelek, atau menyangka hal hal buruk lainnya, hanya akan menggalaukan hidup yang mestinya hidup ini menyenangkan.

Hal ini ditunjukkan, misalnya, kecenderungan seseorang untuk bunuh diri. Kondisi semacam itu tersebab oleh pikiran negatifnya yang dihantui hal-hal yang belum pasti.

Mungkin juga kerap kita jumpai orang-orang yang memasung dirinya dalam ketakutan atau kekhawatiran yang sama sekali tidak penting. Akibatnya, hari-harinya kacau dan menjadi tidak produktif.

Lantas, mengapa pikiran negatif semacam itu muncul dan bahkan seringkali mayoritas menguasai diri? Sebab, emosi kita sanggup membentuk apa yang kita lihat. Keadaan emosi dalam  menyikapi suatu hal punya imbas yang determinan.

Ilustrasi/ pexels

Dalam sebuah penelitian ilmiah yang dipublikasikan gres baru ini, menyebutkan bahwa keadaan emosi kita pada dikala tertentu sanggup menghipnotis apa yang kita lihat lantaran insan ialah pengamat aktif.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science itu menekankan bahwa otak insan ialah potongan yang menarik dimana emosi atau perasaan kita sanggup membentuk apa yang kita lihat.

Menurut penelitian itu, bagaimana perasaan kita pada momen tertentu sanggup mengubah cara kita memandang dunia sempurna di depan mata kita sendiri. Yang berarti, terkadang sesuatu terjadi sesuai ibarat yang kita pikirkan.

Ilmuwan psikologi di University of California, San Francisco, Erika Siegel, insan membangun persepsi dunia sebagai arsitek dari pengalamannya sendiri. Perasaan kita yang efektif ialah penentu penting dari pengalaman yang kita ciptakan,” katanya. 

“Artinya, kita tidak mengenal dunia hanya melalui indra eksternal kita – (namun) kita melihat dunia secara berbeda ketika kita merasa nyaman atau tidak menyenangkan,” lanjutnya.

Dalam studi sebelumnya, Siegel dan koleganya menemukan bahwa keadaan emosi orang-orang di luar kesadaran, mengubah kesan pertama mereka wacana wajah yang netral, menciptakan wajah tampak lebih disukai, sanggup dipercaya, dan sanggup diandalkan.

Dalam penelitian terbaru, mereka ingin melihat apakah perubahan keadaan emosional orang-orang di luar kesadaran mungkin benar-benar mengubah cara mereka melihat wajah netral.

Dengan memakai teknik yang disebut continuous flash suppression, para peneliti bisa menyajikan rangsangan kepada akseptor tanpa mereka sadari.

Dalam satu percobaan, 43 akseptor mempunyai serangkaian gambar berkedip, yang berganti-ganti antara gambar pixelated dan wajah netral, yang disajikan kepada mata mayoritas mereka.

Pada dikala yang sama, gambar kontras rendah dari wajah tersenyum, cemberut, atau netral disajikan kepada mata non-dominan mereka – biasanya, gambar ini akan ditekan oleh stimulus yang disajikan kepada mata mayoritas dan akseptor tidak akan secara sadar mengalaminya.

Pada selesai setiap percobaan, satu set lima wajah muncul dan para akseptor menentukan yang paling cocok dengan wajah yang mereka lihat selama persidangan.

Wajah yang disajikan kepada mata mayoritas akseptor selalu netral. Namun, mereka cenderung menentukan wajah yang lebih tersenyum sebagai pertandingan terbaik jikalau gambar yang disajikan di luar kesadaran mereka mengatakan seseorang yang tersenyum sebagai lawan netral atau cemberut.

Dalam percobaan kedua, para peneliti memasukkan ukuran kesadaran yang objektif, meminta akseptor untuk menebak orientasi wajah yang ditekan. Mereka yang menebak dengan sempurna orientasi pada tingkat yang lebih baik dari tingkat peluang tidak dimasukkan dalam analisis berikutnya.

Sekali lagi, hasil mengatakan bahwa wajah faktual yang tidak terlihat mengubah persepsi akseptor wacana wajah netral yang terlihat.

Kesimpulannya, tanamkanlah selalu perasaan yang faktual dalam kesehariian. Dengan demikian, kegembiraan dan kebahagian akan digapai lantaran pikiran faktual akan mengalirkan imajinasi dan energi yang juga positif.

Hal tentu saja penting diketahui bagi pasangan suami istri dan sebagai orangtua bagi anak-anaknya. Sebab, dalam kepengasuhan belum dewasa kita pun harus mengedepankan perasaan yang positif. Apalagi dalam jalinan ikatan keluarga.

NURSELINAWATI 

Posted on

Mengapa Makan Malam Bersama Keluarga Itu Penting, Ketahui Keuntungannya

BETAPAPUN sibuknya Anda sebagai orangtua yang mungkin kedua-keduanya sama-sama aktif beraktifitas di luar rumah, sebaiknya jangan pernah sepelekan pentingnya makan malam bersama keluarga.

Berkumpul di dikala makan malam bersama keluarga ialah moment Istimewa dan memang sebaiknya ini hendaknya menjadi acara rutin yang sayang untuk dilewatkan. Tak harus selalu setiap malam, namun tak juga jarang-jarang amat.

Dalam sebuah ulasannya, Direktur Program Terapi Keluarga dan Pasangan di Rumah Sakit Umum Massachusetts Anne K. Fishel, Ph.D, mengemukakan pengaruh positif dari kebiasaan tersebut.

Ilustrasi/ Unsplash

Anne menyampaikan selama 20 tahun terakhir, ibarat dikutip Washington Post, bahwa lusinan penelitian telah mengkonfirmasi apa yang telah usang diketahui orang bau tanah secara intuitif: Duduk untuk makan malam bersama setiap malam baik untuk jiwa, otak, dan tubuh.

Pendiri The Family Dinner Project ini mengemukakan bahwa banyak penelitian memperlihatkan bahwa makan malam bersama sanggup membangun keterikatan pada banyak sikap remaja yang orangtua doakan: mengurangi tingkat penyalahgunaan zat, gangguan makan dan depresi; dan nilai rata-rata kelas yang lebih tinggi dan harga diri.

“Untuk anak kecil, percakapan di meja makan dikala makan malam bersama sanggup merangsang penambahan kosakata yang lebih besar bagi anak daripada membaca dengan keras untuk mereka,” kata Anne ibarat dikutip laman Parenting. 

Profesor psikologi di Harvard Medical School lantas menceritakan pengalaman pribadinya membangun tradisi baik tersebut dalam keluarganya.

Sebagai seorang ibu yang juga mempunyai seabreg pekerjaan sebagai perempuan karir, Anne mengaku telah berguru melalui trial and error dengan dua putra dan suaminya dalam merawat kegiatan tersebut.

Sebagai terapis keluarga, Anne juga banyak berinteraksi dan bertanya kepada setiap keluarga ihwal momen makan malam mereka. Dan, 7 perihal berkut ini ialah hal yang telah pelajari Anne:

1. Tidak harus setiap hari.

Anda tidak harus makan malam setiap malam untuk memetik manfaatnya. Kegiatan kumpul bareng keluarga sanggup dilakukan dikala sedang sarapan, makan siang final pekan, menyantap masakan ringan yang dibawa pulang di malam hari, atau kombinasi dari ini.

Dan tidak tidak juga harus menentukan acara tertentu. Intinya ialah untuk membuat kesepakatan untuk makan keluarga di mana semua anggota keluarga duduk untuk mengembangkan makanan, bersenang-senang dan berbicara ihwal hal-hal yang penting.

2. Bekreasi bersama dengan sajian yang akan disajikan

Dengan begitu banyak permainan kini yang sanggup dilakukan secara online, orang remaja dan bawah umur karenanya tanpa disadarinya kehilangan kesempatan untuk bermain dengan objek aktual yang sanggup disentuh, dibaui dan diubah.

Jadi, untuk menghilangkan kejenuhan tersebut, bermainlah bersama dalam momentum makan bersama. Memasak ialah kegiatan yang  melibatkan indra dan tangan kita, dan itu ialah sesuatu yang sanggup kita lakukan bersama. Hal inilah yang dilakukan Anne bersama keluarganya.

“Anda sanggup mengatur salad dan membuat semua orang menentukan sayuran untuk membuat sajian masakan sebentuk wajah, pohon dan mobil. Bermainlah dengan rasa dengan memasukkan rasa atau bumbu gres dan meminta semua orang untuk menebak bahan-bahannya,” saran Anne.

3. Cobalah lakukan beberapa hal ini

Jadwal kerja orangtua yang padat dan di waktu yang sama anak anak juga sibuk mengikuti kegiatan eksrakurikuler, tentu program makan bersama ini sedikit terkendala. Namun bahu-membahu kegiatan itu sangat sanggup dilakukan untuk makan malam.

Seluruh proses memasak dan makan bersama hanya membutuhkan waktu satu jam (kurang dari 30 menit untuk memasak dan rata-rata makan ialah 22 menit *), dan jam itu bersifat transformatif.

Jika kita masih mematers sayuran, memainkan alat untuk hiburan kita dan berjejer di teras depan, kita mungkin tidak membutuhkan makan malam keluarga, tetapi ini ialah waktu yang paling sanggup dipercaya hari itu yang harus kita hubungkan dengan satu sama lain.

Nah, ketika bawah umur merasa terhubung dengan orang bau tanah mereka, itu ibarat sabuk pengaman di jalan berlubang masa kanak-kanak.

4. Cobalah acara gres dan mengembangkan talenta.

Makan malam sanggup menjadi momen yang manis untuk mencoba hal-hal baru. Makan malam keluarga ibarat pertunjukan teater improvisasi.

Keluarga muncul malam demi malam, dan sebagai kelompok mereka sanggup mencoba cara-cara gres berinteraksi satu sama lain. Atau, sikap satu anggota sanggup memicu riak orang lain.

Misalnya, sebuah keluarga mungkin oke untuk tidak membuat komentar negatif di meja dan melihat apa yang terjadi. Atau, seorang remaja mungkin diundang untuk membuat makan malam keluarga atau untuk membuat soundtrack musik untuk makan.

5. Bagikan riwayat keluarga Anda.

Meja makan malam ialah daerah terbaik untuk menceritakan kisah, dan bawah umur yang tahu dongeng keluarga mereka lebih tangguh dan merasa lebih baik ihwal diri mereka sendiri.

Yang paling menginspirasi ialah dongeng limun dari lemon, dongeng ihwal kesulitan di mana pelajaran dipelajari, atau tragedi negatif yang bermetamorfosis sesuatu yang baik.

Cerita membantu kita memahami dunia, dan mereka membantu bawah umur terhubung dengan sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri.

Ceritakan kisah ihwal diri Anda dan anggota keluarga lainnya ketika mereka seumuran dengan bawah umur Anda. Ceritakan kisah ihwal pengalaman masa kecil, pekerjaan pertama, imigrasi, bagaimana nama-nama dipilih, binatang peliharaan masa kecil, resep favorit, atau resep dapur.

6. Tetap terhubung.

Percakapan meja ialah salah satu pengalaman bahasa terkaya yang sanggup Anda berikan untuk bawah umur Anda. Kapan lagi kita duduk dan berbicara selama beberapa menit, menyampaikan banyak komentar dan klarifikasi ihwal satu topik?

Coba usikan pertanyaan ihwal aktifitas bawah umur selama seharuan tadi, “Bagaimana harimu?” Misalnya, mintalah setiap orang untuk menceritakan mawar (sesuatu yang positif) dan duri (sesuatu yang negatif) ihwal hari itu, serta kuncup (apa yang Anda inginkan akan terjadi besok).

7. Ini baik untuk Anda juga.

Ritual ibarat makan malam, yang menekankan dunia yang sering terasa hiruk pikuk dan di luar kendali, juga baik untuk orang dewasa. Mengetahui bahwa satu bab dari hari Anda akan terungkap intinya dengan cara yang sama, hari demi hari, terasa nyaman.

Anne mengatakan, makan malam lebih dari sekedar memberi makan. Makanan akan membawa keluarga ke meja, tetapi itu ialah percakapan dan dongeng yang membuat kita tetap di sana.

Dalam satu jam, Anda sanggup membuat kenyamanan, kesenangan, bermain, dan percakapan yang bermakna dalam satu waktu momen makan malam bersama keluarga.

NURSELINAWATI

Posted on

Lima Tips Pengasuhan Dari Seluruh Dunia Berdasarkan Pengalaman Seorang Dokter Anak

MEMAHAMI contoh kepengasuhan anak yang benar dan sempurna menjadi kewajiban orangtua untuk memastikan anak-anaknya mendapat training yang layak.

Serangkaian penelusuran dalam rangka upaya orangtua mendalami dan mengaktualisasi contoh kepengasuhan, maka didapati kekayaan yang luar biasa wacana metodologi parenting. Termasuk kekhasan setiap orangtau dalam menjalankannya.

Dan tidak sedikit pemerhati duduk perkara ini yang mempunyai perhatian yang amat serius. Hal ini ibarat ditunjukkan oleh Dr Lisa Lewis, seorang dokter anak dan penulis “Feed the baby Hummus”. 

Dr Lisa Lewis pertama mulai meneliti perbedaan budaya dalam teknik membesarkan anak semenjak 20 tahun yang lalu. Penelitiannya tersebut tersebut tersimpul dalam 5 perihal utama yang tentu menarik untuk digali bersama.

Ilustrasi/ Unsplash

“Apa yang benar-benar menciptakan saya melaksanakan telaah mendalam lebih dari dua puluh tahun yang lalu, ialah bahwa ada budaya di seluruh dunia yang menciptakan bayi mereka tidur dengan cara yang berbeda,” kata Lisa ibarat dikutip The Independent.

“Ketika saya masih tinggal tidak menetap, saya terbiasa untuk membiarkan bayi saya menangis. Tapi saya segera menemukan hal berbeda ketika saya pindah ke Fort Worth, Texas, saya melihat orangtua pendatang, mereka terkejut dengan gagasan itu,” katanya.

Dari sana, Dr Lewis mulai menjelajahi dunia dan menilik banyak sekali perbedaan budaya dalam membesarkan anak dan bagaimana masing-masing metode ini sanggup bermanfaat bagi bayi.

Apa yang beliau temukan itu mengejutkan – dan memperlihatkan perbedaan yang terperinci dalam bagaimana budaya di seluruh dunia membesarkan anak-anak.

Tapi, ibarat kebanyakan tip dan teknik dalam daftar, beliau tidak akan pernah menilai atau merekomendasikan satu teknik di atas yang lain. Lisa hanya ingin memberi tahu orangtua bahwa ada pilihan lain.

Ini ialah lima tips dari seluruh dunia yang didapatkan Dr. Lewis dalam aktifitas menjelajahi dunia untuk menggali hal-hal unik dalam kepengasuhan anak.

1. Biarkan bawah umur Anda tidur bersama Anda

Ketika Dr Lewis menjadi orangtua sendiri, beliau mengikuti kebiasaan masyarakat Lebanon sendiri dan mengadopsi metode co-tidur “100 persen.”

Namun, metode ini sangat berbeda dari metode yang dipakai orang bau tanah di AS untuk menciptakan bayi mereka tidur.

Menurut Dr Lewis bahwa tidur bersama anak ialah satu-satunya cara untuk menciptakan anak tidur, ternyata tidak selalu benar. Justru bayi dibiarkan menangis di daerah tidur yang terpisah dan beliau akan tertidur.

2. Beri makan bumbu bayi dan masakan yang lezat

Kepercayaan orangtua yang umum ialah bahwa bayi perlu makan masakan yang sangat lunak. Tetapi dari perjalanan dan studi wacana teknik mengasuh anak-anaknya di seluruh dunia, Dr Lewis telah menemukan bahwa bayi benar-benar sanggup memakan masakan beraroma pada usia yang sangat muda.

“Anda tidak ingin terlalu membumbui mereka alasannya ialah pengecap mereka tidak berkembang. Tetapi ternyata bayi akan makan lebih baik kalau Anda memberi mereka sesuatu yang enak semenjak dini,” katanya.

Dan ilmu di balik membesarkan orang yang tidak pilih-pilih didukung oleh dokter anak lainnya, termasuk Tamara Melton, andal gizi dan andal gizi di Akademi Nutrisi dan Diet, yang baiklah bahwa memperkenalkan bawah umur Anda ke banyak sekali masakan di usia muda sanggup mencegah mereka dari membuatkan kebiasaan yang pilih-pilih makanan.

Untuk mendorong mereka mencoba rasa dan bumbu baru, Dr Lewis merekomendasikan menambahkan yoghurt dan membuatnya tidak begitu kuat. Selama itu bubur, bayi sanggup makan apa pun.

3. Perhatikan lebih erat pada produk yang Anda gunakan pada bayi Anda

Meskipun Dr Lewis mengakui bahwa beliau masih meneliti, beliau khawatir wacana bahan-bahan kimia yang terpapar bayi dan apa efeknya pada otak mereka yang sedang berkembang.

Untuk itu kata Dr Lewis, salah satu yang perlu dicermati ialah kondisi utama mengelilingi tabir surya yang sering beraroma dan dipenuhi dengan materi kimia.

Biasanya mengandalkan pendekatan “lebih kondusif daripada maaf” dalam praktiknya sendiri, Dr Lewis berguru dari budaya yang tidak mempunyai produk ini – dan sebaliknya bergantung pada opsi ibarat Zinc oxide alasannya ialah “profil keamanannya yang tinggi”, atau minyak kelapa.Dengan produk ini, tidak ada materi yang mengandung materi kimia.

4. Anda sanggup memperlihatkan air bayi Anda

American Academy of Paediatrics menyampaikan tidak memberi bayi air tetapi selama masa latihannya, Dr Lewis mengatakan:

“Saya telah melihat begitu banyak ibu memberi mereka air dan merasa mereka membutuhkan air. Mungkin mereka hanya memastikan bayi terhidrasi. Atau mereka merasa perlu membersihkan pengecap dengan air. ”

Untuk praktek Dr Lewis, ia menggabungkan perbedaan budaya dengan merekomendasikan ibu gres memberi bayi mereka 10 ml dua kali sehari air – tetapi tidak lebih dari itu.

Meskipun teknik tersebut belum diteliti, Dr Lewis tidak melihat bukti bahwa jumlah air ini sanggup berbahaya bagi bayi.

5. Teddy bear dan teknik lainnya sanggup membantu mengurangi kecemasan ketika perpisahan

Ketika Dr Lewis berada di Inggris, beliau memperhatikan bahwa ada “budaya beruang teddy” yang cukup dominan.

Menurut Dr Lewis, terutama di Prancis, ada budaya kenyamanan yang sangat besar di ketika menjela kecemasan perpisahan dan penggunaan boneka beruang untuk mengurangi kecemasan ini.

“Ketenangan pemisahan dan bagaimana bayi mengalami kesulitan memisahkan sangat besar dan mengetahui bahwa mereka mungkin membutuhkan objek yang nyaman,” kata Dr Lewis kepada The Independent wacana membesarkan anak di Inggris.

Ketika bawah umur sanggup mencicipi kecemasan perpisahan dari usia muda, “benda-benda keamanan sangat penting” dalam budaya tertentu.

Dan, Dr Lewis memperhatikan bahwa orang-orang Inggris biasanya menyimpan boneka beruang masa kecil mereka hingga dewasa.

Tetapi sementara budaya boneka beruang diterima di Inggris ibarat biasa, budaya lain bekerjasama dengan kecemasan pemisahan secara berbeda – beberapa dengan tidak memisahkan dari bayi gres lahir mereka sama sekali.

Di Indonesia dan budaya lain, mereka percaya “dalam memegang bayi sepenuhnya di tahun pertama kehidupan,” teknik yang disebut sebagai memegang ekstensif.

Menurut Dr Lewis, keyakinannya ialah bahwa kaki bawah umur dihentikan menyentuh tanah dalam 105 hari pertama – yang disebut Dr Lewis sebagai pengasuhan tertinggi.

“Seseorang selalu menggendong bayi itu. Bayi itu tidak dibiarkan sendirian atau diletakkan di tanah atau di lantai, ”katanya kepada kami.

Dan alasannya ialah hal ini berkaitan dengan “filosofi pengasuhan,” Dr. Lewis mengatakan, “Saya selalu merasa bayi tidak sanggup dimanjakan dengan memegang.”

Secara keseluruhan, Dr Lewis ingin para orangtua tahu bahwa kebutuhan bayi itu sederhana: “Bayi membutuhkan makanan, perawatan kesehatan, daerah tinggal, dan banyak cinta.”

KASMAWATI CHALIK

Posted on

Inilah Salah Kaprah Orangtua Saat Mendoakan Anak, Patut Direnungkan

SETIAP orangtua mempunyai ekspektasi yang tinggi terhadap anak-anaknya. Beragam impian orangtua tersebut tentu saja merupakan hal yang sangat manusiawi.

Namun, perlu dosis yang pas dan proporsional. Setiap ekspektasi selayaknya diubahsuaikan dengan keadaan atau kondisi sang anak.

Yang tak kalah penting ialah kebijaksanaan orangtua dalam mengaktualisasi harapan-harapannya termasuk dalam berdoa untuk anak-anaknya.

Sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi nilai moral agama, doa merupakan ritual yang tak ajaib kita lakukan.

Doa ialah semacam prosedur parenting transenden yang sanggup dirasakan, fiksional, mengalirkan sugesti dan bertumbuh menjadi power kepengasuhan yang menakjubkan.

Kendati demikian, doa sanggup saja menjadi kering kerontang tanpa makna serta jauh dari kata kontemplatif sebab mengabaikan sendi-sendi utama (rukunnya).

Pemerhati duduk kasus parenting, Chandra Dwi Yuniar

Pendidik yang juga pemerhati duduk kasus parenting, Chandra Dwi Yuniar, menyampaikan tidak sedikit orangtua salah kaprah dalam berdoa termasuk dikala berdoa untuk anak-anaknya.

Dia menjelaskan, diantara tabiat doa ialah khusyu’ merendahkan hati penuh harap. Namun, tabiat ini kerap diabaikan.

Merendahkan hati dalam berdoa, terang Chandra, ialah pengharapan yang mendalam dan penyertaan perendahan dirian di hadapan Tuhan .

Ketika berdoa untuk kebaikan belum dewasa kita, pun mestinya dengan pengamalan yang kukuh dan teguh terhadap tabiat tersebut.

Namun alih-alih mengakui kelemahan diri di hadapan Tuhan ketika berdoa, malah terkesan “mendesak” Tuhan semoga segera memenuhi permintaannya.

Celakanya, lirik doa yang bergotong-royong bertujuan baik itu acapkali memposisikan anak sebagai pihak “yang bersalah”, yang sebab itu kita keluhkan seabreg kebandelannya di hadapan Tuhan. Sebagai orangtua, kita justru lupa mengakui keburukan diri kita sendiri di hadapan-Nya.

“Kita pun mungkin pernah begitu. Kita mendoakan belum dewasa kita tapi dengan menimpakan segala ketidakberesan terhadapnya. Ya Allah, anak saya pemalas. Ya Tuhan anak saya memang bodoh, anugerahkanlah padanya kecerdasan. Mungkin ibarat itu doa kita selama ini,” kata Chandra ditemui Parentnial.com beberapa waktu lalu.

Padahal seharusnya, terang Chandra, berdoa khusyu’ dan merendah diri ialah kita orangtua mengakui segala kelemahan kita di hadapan Tuhan bahwa kita sangat lemah dan tak berdaya tanpa pertolongan-Nya.

Kita mengakui di hadapan-Nya bahwa memang kita banyak dosa. Kita orangtua yang tidak beres. Kita memang abai. Kita tak kuasa mengendalikan sepenuhnya belum dewasa kita. Tuhanlah yang punya kuasa.

“Jadi jangan salahkan belum dewasa dalam setiap doa kita. Salahkan diri kita sendiri sebagai orangtua dan mengakui segala kelemahan kita. Jangan sombong seolah kita sanggup mengendalikan belum dewasa kita,” pesan Chandra.

“Kita hanya berusaha membimbingnya, namun Tuhan SWT jualah penguasa hati setiap manusia. Makanya kita memohon kepada Tuhan SWT menjaga belum dewasa kita,” lanjutnya.

Nah, Parents, mulai kini tanamkan prasangka positif terhadap belum dewasa kita yang sungguh masih sangat belia nan polos itu. Berdoalah untuk mereka tapi jangan mencelanya.

Mereka mungkin memang “nakal”, tapi jangan fokus hanya pada kenakalannya dan lantas menderanya dengan eksekusi yang sanggup menghancurkan moralnya.

Bahkan di hadapan Tuhan sekalipun, tak manis menimpakan kesalahan dan segala duduk kasus yang ada pada diri anak seolah sebab akhir ulahnya sendiri. Padahal, boleh jadi, orangtualah yang bermasalah.

DEVINA SETIAWAN 

Posted on

Bulan Ramadhan Sebentar Lagi, Waspada Ancaman Pembungkus Makanan Takjil

KEDATANGAN tamu agung bulan Ramadhan tinggal menghitung hari. Bagi umumnya penduduk Indonesia, tidak saja masyarakat muslim, Ramadhan merupakan momen Istimewa yang selalu dinanti.

Ramadhan tak semata perihal ibadah dan intensitas melaksanakan kebaikan untuk sesama di bulan suci ini. Ramadhan juga yakni dongeng perihal kebersamaan dan cita rasa takjil aneka macam masakan nusantara.

Untuk umumnya pasangan berkeluarga, berbuka puasa di luar merupakan momen spesial. Tak perlu repot. Tinggal tiba ke rumah makan atau restoran pilihan, kemudian menunggu azan Magrib sambil berdoa. Santapan berbuka pun telah tersedia dinikmati.

Ilustrasi: takjil buka puasa/ Pixabay

Selain makan atau berbuka di luar, ada juga orangtua yang punya kebiasaan membeli jajanan takjil di pusat-pusat jajanan lingkungan sekitar untuk dibawa pulang. Tentu saja ini niat yang baik, tapi tetap perlu berhati-hati.

Kenapa harus tetap berhati-hati? Iya dong. Sebab namanya jajanan apalagi yang dijual di pingir-pinggir jalan tidak selalu disajikan dengan proses yang higienis.

Termasuk soal kemasan makanan. Orangtua perlu memastikan kebersihan dan keamanan kemasan yang dipakai ketika membeli kuliner di luar. Sebab tidak semua wadah kuliner benar-benar kondusif digunakan.

Tentu kita cinta kepada keluarga di rumah, terlebih badan kita sendiri. Karena itu, perlu dipastikan kemasan kuliner yang kita gunakan betul kondusif bagi keluarga kita. Sebab, dalam temuan penelitian, didapati kertas pembungkus kuliner yang tidak sehat.

Dalam sebuah penelitian Pusat Penelitian Biomaterial Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), misalnya, menemukan adanya ancaman pada kertas nasi dan kertas daur ulang.

Peneliti Pusat Penelitian Biomaterial LIPI, Lisman Suryanagara, mengingatkan masyarakat akan ancaman kertas nasi dan kertas daur ulang bagi kesehatan manusia.

“Kertas nasi untuk membungkus kuliner ibarat untuk nasi goreng, nasi bungkus, atau martabak yang berwarna cokelat itu mempunyai efek jelek bagi kesehatan, contohnya mengurangi vitalitas bagi laki-laki,” ujar Lisman Suryanaga dikutip dari laman resmi LIPI.

Menurut Lisman, pemanfaatan materi yang dipakai sebagai kemasan makan yang umum dipakai dari masa ke masa antara lain keramik, kaca, plastik, aluminium foil, sampai yang berbahan dasar kertas.

Berbicara perihal kemasan pangan berbahan dasar kertas yang paling lazim dipakai di Indonesia, ternyata masih banyak yang belum layak untuk dijadikan sebagai kemasan pangan primer.

“Masih banyak ditemukan penggunaan kertas koran, kertas bekas cetakan, atau kertas daur ulang sebagai kemasan nasi kotak, nasi bungkus, gorengan, dan kotak martabak,” ujar Lisman memberikan hasil penelitian LIPI.

Dalam riset yang dilakukan LIPI, diketahui jumlah basil yang terkandung dalam kertas pangan yang terbuat dari kertas daur ulang sekitar 1,5 juta koloni per gram, sedangkan rata-rata kertas nasi yang umum dipakai beratnya 70-100 gram, itu artinya ada sebanyak 105 juta-150 juta basil yang terdapat di kertas tersebut.

“Kandungan mikroorganisme di kertas daur ulang mempunyai nilai tertinggi dibandingkan jenis kertas lainnya, ini melebihi batas yang ditentukan,” ujar Lisman lagi.

Ilustrasi: nasi bungkus 

Selain itu, Lisman menyampaikan bahwa zat-zat kimia tersebut berdampak negatif terhadap badan insan dan sanggup memicu aneka macam penyakit ibarat kanker, kerusakan hati dan kelenjar getah bening, mengganggu sistem endokrin, gangguan reproduksi, meningkatkan risiko asma, dan mutasi gen.

Kandungan berbahaya BPA

Senada dengan itu, BPA atau bisphenol A yakni materi kimia yang sering dipakai sebagai materi pembuat wadah makan, bukan hanya plastik, tetapi juga kertas. Awalnya BPA dipakai pada wadah kuliner kaleng biar kaleng tersebut tidak gampang berkarat.

Dilansir dari WebMD, Kurunthachalam Kannan, Ph.D., seorang ilmuwan riset di New York State Department of Health, menyatakan bahwa BPA juga terkandung pada kertas pembungkus kuliner dengan tingkat konsentrasi yang sangat tinggi.

Kadar BPA tinggi pada umumnya terdapat dalam kertas pembungkus kuliner yang merupakan hasil daur ulang. Bubuk BPA dipakai untuk melapisi kertas supaya lebih tahan terhadap panas.

Selain pada kertas pembungkus makanan, BPA juga sering terdapat pada tisu toilet, kertas koran, kertas struk belanja, maupun tiket.

Saat BPA masuk ke dalam tubuh, zat tersebut sanggup menggandakan fungsi dan struktur hormon esterogen. Karena kemampuannya tersebut, BPA sanggup memengaruhi proses tubuh, ibarat pertumbuhan, perbaikan sel, perkembangan janin, tingkat energi dan reproduksi.

Selanjutnya, kemasan kuliner berbahan dasar kertas non daur ulang bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan penggunaan kemasan daur ulang dan styrofoam dan kemasan kertas non daur ulang baik untuk konsumen, kuliner dan lingkungan.

Seperti di luar negeri trennya sudah ibarat itu jadi untuk mengurangi limbah alasannya biasanya kemasan ini biodegradable dan sudah mempunyai standar keamanan.

Alternatif lainnya, masyarakat sanggup memakai kemasan pangan berkategori food grade yang seratus persen terbuat dari serat alami dengan ciri-ciri tampilan berwarna putih bersih, tidak berbintik-bintik, dan tidak tembus minyak. Di samping itu, karton food grade bersifat ramah lingkungan alasannya gampang terurai.

Yang terpenting tentunya yakni memastikan keluarga kita seminimal mungkin terpapar dari bahan-bahan berbahaya tersebut. Sebab mencegah 100 persen agaknya menjadi tidak mungkin, kecuali dengan perjuangan yang betul-betul maksimal.

Seiring dengan itu, ada baiknya orangtua mengolah dan menyediakan sendiri kuliner bagi belum dewasa dan keluarga besar.

Ketimbang jajan di luar yang belum tentu sehat dan higienis, mengolah sendiri kuliner di rumah tentu merupakan pilihan yang bijak.

Apalagi puasa Ramadhan sebentar lagi. Sudah menjadi kebiasaan di masyarakat kita berbelanja materi kuliner berbuka puasa di pusat-pusat kuliner. Tetaplah bijak dan utamakanlah kesehatan.

DEVINA SETIAWAN

Posted on

Ylki Sebut Banyak Playground Di Jakarta Kurang Nyaman Dan Aman

PENELITI dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau YLKI, Sularsi menjelaskan, belum semua area permainan (playground) di Jakarta masih kurang nyaman dan kondusif untuk anak-anak. Termasuk di antaranya keberadaan kabel listrik di mana-mana yang tidak jarang menimbulkan bawah umur di dalam area tersandung.

Kekurangan lain ialah jarak antar permainan yang terlalu bersahabat sehingga mengganggu mobilitas anak-anak. Poin ini dilihat Sularsi yang menjadi penyebab insiden ‘kecelakaan’ ayunan di Mall Kelapa Gading (MKG), Jakarta, pada Jumat (27/4).

“Yang kerap terjadi di lapangan, sebab space terbatas, maka dipaksakan dengan tiap permainan ditaruh berdekatan,” ucapnya dikala dihubungi Republika.co.id, Rabu (2/5).

Ilustrasi/ Pixabay

Sularsi menuturkan, pihak pengelola area bermain atau mall seharusnya menunjukkan jarak kondusif untuk berlalu lalang semoga tidak membahayakan siapapun.

Selain itu, dikala di area, perlu ada perhatian juga dengan adanya pengawas dari forum terkait yang memang mempunyai kewenangan di samping orang tua.

Poin yang kerap terlupakan juga ialah informasi penggunaan tiap permainan. Misalnya, usia berapa saja yang boleh bermain ayunan maupun perosotan dengan ketinggian tertentu dan bagaimana cara mengoperasikannya. “Kalau sanggup juga, ada timer, berapa usang anak sanggup bermain di satu permainan,” ujar Sularsi.

Poin lain, tambah Sularsi, area permainan dihentikan di daerah tinggi dari sentra perbelanjaan. Artinya, area playground dihentikan ada di lantai atas untuk memudahkan proses penyelamatan apabila ada insiden tertentu.

Sebelumnya, masyarakat dihebohkan dengan video viral yang terekam CCTV di Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (27/4). Dalam rekaman, terlihat seorang anak pria yang sedang bermain ayunan secara tidak sengaja menciptakan jatuh seorang anak wanita di belakangnya.

Merasa kesal, bapak dari anak yang terjatuh masuk ke area permainan. Secara spontan, ia eksklusif menendang punggung anak yang bermain ayunan sampai terjatuh.*